Menatap Pesona Sunset Bumi Tanadoang

Menatap Pesona Sunset  Bumi Tanadoang

Follow by Email

Rabu, 07 Maret 2012

Pelestarian SDA Laut Kepulauan Selayar Butuhkan Sentuhan Kebijakan Berbasis Kearifan Lokal


Kebijakan penetapan perubahan nama Kabupaten Selayar sebagai kabupaten kepulauan dengan mendasari jumlah luas wilayahnya yang dua pertiga diantaranya merupakan perairan laut yang memiliki keanekaragaman sumber daya alam hayati, bukan sebuah hal yang berlebihan.
Sebab daerah ini, terbukti memiliki kekayaan sumber daya biota laut yang melimpah dan membutuhkan sentuhan kebijakan berbasis kearifan lokal. Hal tersebut dibuktikan dengan beberapa jenis spesies biota laut, hasil tangkapan masyarakat, semisal lobster, dan ikan hius, jenis tutul yang ternyata  banyak menempati kawasan Dermaga Rauf Rahman Benteng, Selayar.
Salah satunya berhasil dibuktikan  melalui hasil pancingan lobster yang dilakukan Kepala Seksi Irigasi, Bidang Sumber Daya Air, Dinas Pekerjaan Umum Kabupaten Kepulauan Selayar, Muh. Ramli ST, bertempat, di bibir dermaga Rauf Rahman, belum lama ini.
Tak hanya lobster yang berhasil dipancingnya, dia bahkan mengaku sempat mendapat se ekor anak ikan hiu, jenis tutul berukuran sekira 30 centi meter. Namun, karena ukurannya yang relatif masih sangat kecil dan dimungkinkan untuk tumbuh dan berkembang untuk menjadi lebih besar lagi, maka,  ikan tersebut langsung dilepaskan kembali ke habitat awalnya.
Terkait keberadaan beragam spesies biota laut yang banyak menempati bibir dermaga Rauf Rahman, Ramli berharap, pemerintah dan masyarakat pemanfaat sumber daya alam laut dapat lebih arif dan bijaksana di dalam melakukan kegiatan pelestarian kawasan laut, berikut biota-biota laut yang terdapat di dalamnya.
Kelompok masyarakat pelaku yang kerap melakukan pencarian ikan pada saat air laut sedang surut di malam hari atau yang dalam dialek Bahasa Selayar, akrab disebut pasulo ini, bisa melakukan pengambilan sumber daya ikan secara ramah lingkungan dengan tidak melakukan pembongkaran batu, atau pun karang laut yang merupakan tempat hidup dan berkembangnya ikan  atau pun, lobster.
Senada dengan hal tersbut, Kepala Bidang UKM Dinas Koperasi, Perindustrian, Pertambangan dan Energi Kabupaten Kepulauan Selayar, Baso Kasim DM, SE, menuturkan, pemerintah kabupaten, sudah sepatutnya melakukan pola pendekatan prefentif terhadap kelompok-kelompok masyarakat nelayan pesisir yang masih kerap dijumpai melakukan kegiatan penangkapan ikan dengan pola destructif fishing.
Dikatakannya, upaya menekan dampak negatif kegiatan penangkapan ikan dengan pola destructif fishing membutuhkan perhatian adanya serius dan komprehensif dari segenap pihak dan stekholder pemegang kebijakan di level atas.
Kegiatan illegal fishing membutuhkan penanganan secara khusus dan sistematis dengan tetap mengacu dan mempertimbangkan segala bentuk keterbatasan yang dimiliki masyarakat nelayan lokal Kabupaten Kepulauan Selayar, dimulai dari persoalan keterbatasan alat tangkap, sampai kepada persoalan, keterbatasan keterampilan masyarakat di dalam pengelolaan potensi serta sumber daya alam yang terdapat di sekitar mereka.
Selain itu, masyarakat juga dinilai sangat membutuhkan sentuhan bantuan pemberdayaan dari pemerintah, terkhusus dari instansi terkait dan berkompoten lainnya. Menurutnya, kegiatan illegal fishingm merupakan sebuah persoalan komprehensif dan kompleks.
Dalam kaitan itu, penanganan persoalan illegal fishing ini dinilai membutuhkan pola perencanaan yang tersusun secara sistematis, matang, terkoordinir dan terstruktur, cetus putra asal Kabupaten Bulukumba ini kepada wartawan belum lama ini. (fadly syarif)     
  
 

TOP RELEASE

Gaul Cell Selayar

Gaul Cell Selayar
Jual Beragam Jenis Telefon Selular & Melayani Service Kerusakan Ponsel