Menatap Pesona Sunset Bumi Tanadoang

Menatap Pesona Sunset  Bumi Tanadoang

Follow by Email

Minggu, 25 Desember 2011

Antrian di Stasiun Pengisian BBM Sambut Perayaan Natal Di Kepulauan Selayar

Guratan kekhawatiran akan sulitnya mendapatkan jatah bahan bakar minyak jenis bensin di Kabupaten Kepulauan Selayar, Sulawesi-Selatan, sangat jelas tergambar dari kerut wajah warga masyarakat kota Benteng dan sekitarnya yang pada hari Minggu, (25/12) pagi, tampak kembali berjubel memadati kawasan stasiun pengisian bahan bakar di ruas jalan Pahlawan, Kelurahan Benteng Utara, Kecamatan Benteng.
Ratusan unit kendaraan roda dua dan puluhan unit mobil tampak berderet memadati kawasan pertamina sembari menanti giliran untuk mendapat jatah bahan bakar.
Meski tidak ada pengamanan khusus yang dilakukan aparat Kepolisian Resort Kepulauan Selayar, suasana antrian di sekitar stasiun bahan bakar minyak milik H. Paha tersebut, terlihat berlangsung aman dan terkendali.(fadly)   

Menyusuri Rutinitas Pengrajin Emping Melinjo Di Kompleks Cahaya Tani, Benteng Selayar

Angka di telefon selularku menunjukkan pukul 09. 49 WITA, saat sepeda polygon warna biru yang ku kayuh, melintasi kompleks Cahaya Tani, di ruas jalan Jend. Veteran, Benteng, Kabupaten Kepulauan Selayar, Sulawesi-Selatan.
Hingga sejurus kemudian, aku tersentak mendengar riuh suara hammer dari beberapa rumah di gang kecil yang terletak di belakang Toko Cahaya Tani itu. Sejenak ku tertegun, hati kecilku berpikir,  mungkin ada  warga masyarakat yang tengah melakukan aktivitas pembangunan rumah.
Pandangan mataku pun ku arahkan ke beberapa bangunan rumah yang berada di sisi kiri-kananku, sembari memasang kedua daun telingaku untuk memastikan sumber riuh suara hammer tersebut.
Insting dan naluri jurnalistik yang dipicu rasa penasaran, akhirnya mengantarkan langkah kakiku untuk menyusuri sumber riuh suara hammer yang terdengar begitu berirama.
Usai menepikan dan memarkir sepeda kesayanganku, aku langsung bergegas menuju ke salah satu bangunan rumah panggung atas bawah, berukuran sederhana yang terletak di sisi kanan jalan setapak, tempatku memarkir sepeda.
Assalamu Alaikum, ucapku..., sembari mengetuk pintu bagian bawah kolong rumah. Wa Alaikum Salam...Masukki, Jawab Sang pemilik rumah dengan penuh ke ramah-tamahan.
Memasuki pintu rumah, mataku langsung tertuju pada seorang ibu, berusia paruh bayah yang sedang asyik memainkan palu di atas batu berukuran segi empat beralaskan plastik bening, berselip, biji melinjo yang sebelumnya telah disangrai dengan menggunakan kuali dan kompor minyak.
Rutinitas pembuatan keripik melinjo yang dilakukan Halimah, sekaligus menjawab teka-teki akan sumber suara hammer yang terdengar membahana di sekitar kompleks Toko Cahaya Tani, Pada hari, Minggu, (25/12) pagi.
Dari pantauan wartawan terungkap, “aktivitas, pembuatan emping melinjo di kompleks ini, merupakan rutinitas pagi masyarakat, terutama pada hari libur, semisal, hari Minggu dan hari-hari libur nasional lain.
Hal tersebut, dibuktikan dengan rekaman gambar kesibukan pembuatan keripik emping melinjo yang berhasil diabadikan dari sejumlah rumah di kompleks gang cahaya tani, Benteng Selayar.
Kerajinan pembuatan emping melinjo di daerah ini, rupanya tidak hanya dilakoni oleh kaum perempuan. Akan tetapi, kaum laki-laki pun terlihat begitu mahir memainkan hammer di atas batu beralas plastik bening, berselip biji melinjo yang selanjutnya diolah menjadi keripik. (fadly syarif)   

TOP RELEASE

Gaul Cell Selayar

Gaul Cell Selayar
Jual Beragam Jenis Telefon Selular & Melayani Service Kerusakan Ponsel